Sumber : http://www.infopalestina.com/lihatberita.asp?id=6756

Kantor berita Lebanese Broadcasting Corporation (LBC) yang bermarkas di Lebanon, tanggal 21 Desember 2006 yang lalu menayangkan gambar dan foto terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha. Dalam laporannya yang dimuat kembali oleh harian Libanon“Amal Syahadah” menyebutkan, penggalian terowongan oleh yahudi Israel di bawah Masjid Al-Aqsha dimulai kembali. Tampak dalam gambar sejumlah terowongan di bawah masjid yang sudah dibangun menggunakan beton dan seluruh lantainya dipasangi bahan kaca. Hal ini menegaskan bahwa penggalian ini, semakin mendekatkan mereka pada tujuannya. Yaitu, menguasai secara penuh masjid Al-Aqsha. Terowongan ini merupakan tempat ziarahnya bangsa yahudi. Orang di luar yahudi tidak diperbolehkan memasuki ruangan ini. Sementara pintu masuknya dijaga ketat tentara yahudi yang bersenjatakan lengkap. Laporan LBC ini juga memuat pernyataan Syaikh Kamal Khotib, wakil ketua gerakan Islam Palestina. Ia menyebutkan, penggalian terowongan tersebut sudah melebihi batas penyelidikan, yang dijadikan alasan bagi Israel dalam melakukan kegiatannya itu. Kegiatan mereka sekarang sudah mengarah pada pembangunan sinagog yang mereka impi-impikan. Syaikh Khotib mengatakan pada fase berikutnya kita akan menyaksikan pembangunan sinagog di bawah Masjid Al-Aqsha yang lebih besar dari ini. Sekarang bangunannya masih berada di bawah Al-Aqsha. Besok kemungkinan sudah berdiri di atasnya. Inilah yang kita khwatirkan, ungkapnya. Berdasarkan laporan ini, maka Lembaga Al-Aqsha Palestina memberikan pernyataan sikap, Laporan dari LBC di atas menegaskan, bahwa pembangunan terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha masih terus berlangsung, sejak dimulainya penjajahan mereka di kota Al-Quds tahun 1967 hingga sekarang. Lembaga Al-Aqsha menganggap pembuatan terowongan tersebut sangat berbahaya terhadap eksistensi Masjid Al-Aqsha. Pembangunan terowongan tersebut telah menyebabkan retaknya sebagian tembok Masjid Al-Aqsha. Di antaranya, tembok bagian barat yang hampir runtuh. Padahal sudah diingatkan sebelumnya oleh lembaga waqaf Islam dan lembaga Al-Aqsha. Masjid Al-Aqsha saat ini, dalam kondisi sangat mengkhawatirkan, yang sebelumnya sudah diwanti-wantikan oleh gerakan Islam Palestina, melalui ketuanya, Syaikh Raed Shalah dan wakilnya Syaikh Kamal Khotib. Lembaga Al-Aqsha menyerukan ummat Islam dan dunia Arab secapatnya mengambil langkah penyelamatan terhadap Masjid Al-Aqsha yang tampak semakin kritis. Seruan serupa disampaikan kepada para pemimpin Arab yang telah memberikan perhatiannya terhadap masjid Al-Aqsha, untuk meningkatkan intensitas perhatiannya terhadap masalah Al-Quds dan masjid Al-Aqsha agar tersebar opini bahwa kondisi Al-quds dan Masjid Al-Aqsha sedang sangat kritis.

Iklan