Bahwasanya dunia ini adalah tempat singgah untuk sementara waktu.
Bukan tempat tinggal yang sebenarnya. Sedangkan manusia yang di dalamnya selaku musafir yg sedang berkelana.

Awal pertama manusia singgah dalam perut ibunya,
dan terakhir manusia singgah di liang kubur.
Manusia masih dalam perjalanan dan yang dituju adalah kampung halaman yang kekal yaitu Akhirat.

Maka tiap-tiap tahun yg telah dilalui oleh umurnya laksana satu perhentian,
tiap bulan yg telah lewat adalah selaku istirahat,
dan tiap minggu yg dilewatinya selaku suatu kampung yang ditemuinya dalam perjalanan.

Setiap hari selaku satu pal yang ditempuhnya.
Setiap detik yg dinafaskannya selaku satu langkah yg dijalani.
dan setiap nafas yg dihembuskannya akan mendekatkan dirinya ke pintu Akhirat.
Dengan demikian manusia makin dekat ke pintu kubur dan makin renggang dari dunia yang fana ini.

(Khalil Gibran)

Iklan