You are currently browsing the monthly archive for November 2006.

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dekapan dadanya berkata, bicaralah pada kami perihal anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu.
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu.

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu.
Karena mereka memiliki fikiran mereka sendiri.
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka.
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi.
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu.
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu.

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan.
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan.
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Khalil Gibran)

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita di kala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.

Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

(Khalil Gibran)

Bahwasanya dunia ini adalah tempat singgah untuk sementara waktu.
Bukan tempat tinggal yang sebenarnya. Sedangkan manusia yang di dalamnya selaku musafir yg sedang berkelana.

Awal pertama manusia singgah dalam perut ibunya,
dan terakhir manusia singgah di liang kubur.
Manusia masih dalam perjalanan dan yang dituju adalah kampung halaman yang kekal yaitu Akhirat.

Maka tiap-tiap tahun yg telah dilalui oleh umurnya laksana satu perhentian,
tiap bulan yg telah lewat adalah selaku istirahat,
dan tiap minggu yg dilewatinya selaku suatu kampung yang ditemuinya dalam perjalanan.

Setiap hari selaku satu pal yang ditempuhnya.
Setiap detik yg dinafaskannya selaku satu langkah yg dijalani.
dan setiap nafas yg dihembuskannya akan mendekatkan dirinya ke pintu Akhirat.
Dengan demikian manusia makin dekat ke pintu kubur dan makin renggang dari dunia yang fana ini.

(Khalil Gibran)

Kalender

November 2006
S S R K J S M
    Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 11,909 hits